Apakah Anak-Anak Kita Terlalu Sibuk?

Tuntutan jaman yang semakin tinggi, membuat banyak anak mengikuti beragam kegiatan di luar sekolah, ekstrakurikuler, les-les pelajaran, les berenang, balet, robotik, dan beragam kegiatan lainnya.

Beberapa orang tua merasa itu lebih produktif daripada anak-anak mereka memiliki waktu luang untuk bermain, menjelajahi, dan belajar sendiri. Orang tua mungkin juga merasa bahwa anak-anak mereka akan ketinggalan jika anak-anak mereka tidak melakukan apa yang anak-anak lain lakukan.

Tapi kebanyakan orangtua biasanya hanya ingin apa yang tampaknya terbaik untuk anak-anak mereka. Meskipun bahkan ketika niat baik,anak-anak dapat dengan mudah menjadi berlebihan. Tekanan untuk berpartisipasi dalam beberapa kegiatan sepanjang waktu dan untuk “bertahan” dapat secara fisik dan emosional sama melelahkan bagi orang tua dan anak-anak.

Tentu saja,kegiatan-kegiatan yang anak-anak ikuti akan bermanfaat. Mereka mendorong keterampilan sosial dan peluang untuk bermain dan berolahraga. Mengajarkan sportivitas, disiplin diri, dan resolusi konflik. Kebanyakan dari semua, mereka menyenangkan! Tetapi pastikan hal itu tidak membuat anak-anak – dan orang tua kewalahan.

Tanda Bahwa Anak Terlalu Sibuk

Cepat atau lambat, anak-anak yang terlalu sibuk akan mulai menunjukkan tanda-tanda. Setiap anak berbeda, tapi anak-anak secara berlebihan dapat:

1. merasa lelah, cemas, atau depresi
2. mengeluh sakit kepala dan sakit perut, yang mungkin disebabkan oleh stres, kekurangan makanan, atau kurang tidur
3. tidak mengerjakan tugas sekolah, menyebabkan nilai mereka turun

Kelebihan jadwal juga dapat mempengaruhi persahabatan anak-anak dan kehidupan sosial. Kehidupan keluarga juga dapat menderita -ketika salah satu orang tua seibuk untuk mengantar ke les menari, sementara yang lain pergi mengantar ke ekstrakurikuler sepak bola, jadwal makan malam bersama bisa sering batal. Akibatnya, beberapa keluarga jarang makan malam bersama, dan mungkin tidak cukup waktu untuk bertemu dan memiliki waktu untuk mengobrol santai.
Ini bisa jadi akan sangat melelahkan dan memicu stress orang tua.

Untuk membantu anak menemukan keseimbangan yang tepat di antara aktivitasnya, cobalah beberapa tip dari para pakar berikut ini.

* Temukan Minat Anak
Ada lusinan aktivitas yang tersedia untuk anak sehingga memilih satu kegiatan untuk dicoba anak menjadi tantangan tersendiri bagi Anda, terutama karena dia ingin mencoba semuanya. “Pertimbangkan aktivitas yang berulang kali dimintanya,” kata Braun. “Apakah dia menyebutkan taekwondo beberapa kali seminggu? Mungkin itu kegiatan yang akan disukainya.” Dan jangan menolak suatu kegiatan yang ingin dicoba anak hanya karena teman-temannya mengikuti kegiatan tersebut. Anak mungkin memang merasa nyaman bila mngikuti satu kegiatan bersama teman-temannya.

* Rencanakan untuk Sekarang dan Nanti
Pertimbangkan untuk membagi daftar kegiatan anak dalam setahun daripada memadatkannya, saran Claire McCarthy, MD, dokter anak di Children’s Hospital Boston. Misalnya, Anda bisa mencadangkan les olahraga yang butuh waktu intensif saat musim liburan. Tetapkan jumlah jam maksimal kegiatan yang boleh diikuti anak dalam seminggu. Ekstrakurikuler untuk anak SD jangan lebih dari 4-6 jam per minggu.

* Utamakan Kesehatan
Dua atau tiga kegiatan ekstrakurikuler sudah cukup membuat anak kewalahan. Tidak jarang ia berangkat ke sekolah dengan rasa cemas karena persiapannya kurang. Dr. McCarthy menyarankan Anda mengamati tanda-tanda berikut: “bila anak gampang murung, tidur tidak nyenyak, kelelahan, terluka saat berolahraga, tergelincir di kelas, itu berarti kegiatannya sudah terlalu banyak,” katanya. Coret satu atau dua kegiatan dan biarkan benar-benar kosong untuk memberinya waktu beristirahat dan bermain. Dr. McCarthy berkata, “Bermain yang imajinatif dalam waktu yang tidak terstruktur sangat penting bagi tumbuh kembang kecerdasan dan emosional anak.”

Luangkan waktu sejenak dan berpikir tentang kehidupan anak Anda. Jika sibuk, duduk bersama dan putuskan di mana Anda dapat berhenti sejenak.
Naik sepeda, berjalan-jalan, bermain game, mendengarkan musik, atau tidak melakukan apa-apa untuk sementara dapat memberikan anak-anak waktu luang yang sangat dibutuhkan. Dan jangan pernah lupa betapa pentingnya bagi anak-anak untuk hanya berkumpul untuk bermain.
Anak-anak perlu waktu untuk hanya menjadi anak-anak.

sumber:

http://www.parents.com/…/…/social/time-management-for-kids/…

http://kidshealth.org/pa…/growth/growing/child_too_busy.html#

11863303_762668153845595_2622972262464988639_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s