Mengapresiasi Anak Lebih Baik Daripada Memberi “Sogokan”

Berbicara empat mata dengan anak Anda sangat penting untuk dapat masuk ke dalam motivasi dalam diri anak. Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu dan mengajak mereka untuk memahami tentang sesuatu yang masuk akal mungkin menarik bagi kecerdasan mereka, kata Edward Deci, PhD, profesor psikologi di University of Rochester.

Jodi Golden seorang ibu dari dari Baton Rouge mengatakan bahwa ia sering menyuap anak-anaknya untuk berperilaku baik saat berbelanja dengan menjanjikan mainan, “karena itu manjur”. Tapi dia mengaku, umumnya anak-anak berperilaku jauh lebih baik kepada suaminya, Brett, yang tidak menyuap melainkan membuat segalanya sebagai pelajaran dalam kehidupan.
Setelah anak-anak membersihkan kamar mereka, Brett selalu menunjukkan betapa semua itu terlihat menyenangkan, kata Jodi, dan betapa pentingnya hal tersebut untuk mereka setelah dewasa untuk mengetahui cara menjaga barang-barang mereka agar tetap rapi dan terorganisir.

Jika anak-anak Anda menolak menjalankan tugas sejak awal, Dr. Deci menyarankan orang tua untuk mulai melihatnya dari sudut pandang anak Anda. Lalu berbicaralah tentang pentingnya aktivitas tersebut dengan cara yang saling menghormati.
Jika anak Anda tidak mau membersihkan kamarnya karena dia lelah berlatih sepak bola, katakanlah,
“Kenapa kamu tidak istirahat dahulu dan kamu dapat membereskan kamarmu setelah makan malam sehingga dapat menemukan semua peralatan yang kamu butuhkan untuk mengerjakan PR?”
Tahan diri Anda untuk menggunakan kata seperti “harus” dan “wajib”, saran Dr. Deci, dan tawarkan diri Anda untuk berada di sisinya untuk membantunya ketika anak-anak benar-benar membutuhkan.

Bertanya kepada anak Anda tentang perasaannya saat dia mengerjakan tugas tertentu juga dapat berkontribusi menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga anak-anak mau bekerjasama.
Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apa pendapatmu tentang mengerjakan pekerjaan rumah sendiri?” dan “Sekarang, bagaimana perasaanmu saat kamu sudah menyelesaikan tugas?” dapat memberikan anak-anak pandangan-pandangan yang mungkin tidak mereka dapatkan jika tidak menyelesaikan tugas mereka. Strategi lain yang efektif untuk membuat anak-anak mengubah kebiasaan buruk: Tunjukkan empati dengan menanyakan tentang hal yang bisa Anda bantu. Dr. Kennedy-Moore berkata: “Hal ini menempatkan orang tua dan anak pada sisi yang sama dalam menghadapi perilaku yang bermasalah, ketimbang menciptakan pertempuran.”

Ketika putrinya kelas satu SD, Dr. Kennedy-Moore mengatakan bahwa dia punya kegiatan rutin setelah bersekolah: pulang ke rumah, memukul adiknya, dan disetrap.
Ketika Dr. Kennedy-Moore bertanya kepada putrinya apakah dia bisa memikirkan solusinya, putrinya menyarankan untuk menyiapkan camilan di dalam mobil selama perjalanan pulang dari sekolah. “Saya tidak tahu apakah ia bertindak seperti itu karena ia sangat lapar, atau makanan bisa menjadi peredam, sebuah kegiatan yang menenangkan baginya, tapi itu sungguh sangat membantu,” kata Dr. Kennedy-Moore.
“Solusi dari anak-anak untuk masalah perilaku sering lebih manjur daripada solusi yang disarankan orang tua, karena anak-anak berusaha membuat solusi darinya berhasil.”

Memberikan respons kepada anak-anak Anda selama percakapan tentang cara mereka melaksanakan tanggung jawabnya, juga bisa memotivasi mereka.
Daripada membayang-bayangkan perjalanan ke taman sebagai hadiah karena telah mengerjakan pekerjaan rumah, cobalah melakukannya pada saat anak Anda menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.
Ketika Anda pergi ke taman, tunjukkan bahwa konsekuensi alami bila dia mengerjakan PR-nya lebih awal, dia akan diizinkan untuk bersenang-senang kemudian.
Lagipula, bukankah perilaku menyogok anak sedari kecil akan menjadikan dia pribadi yang mudah disuap saat dewasa, dan itu adalah akar dari korupsi? smile emotikon

sumber:

http://parentsindonesia.com/new/?p=2780

11887994_766551383457272_8328301349348760981_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s