Ini Bukan Salahku

MEMBANTU ANAK KITA MENGERTI TENTANG BERTANGGUNG JAWAB

Ketika bekerja dengan remaja-remaja bermasalah, saya sering mengobrol dengan seorang pemuda putus asa yang tidak mengerti mengapa hidup tidak berjalan dengan baik untuknya. Prestasi akademiknya buruk, ia nyaris tidak pernah muncul untuk sekolah dan ia menghabiskan sebagian besar waktu di depan TV atau layar komputer. Dia bergadang,pola makannnya buruk dan sering bertengkar dengan orang tua dan guru.

Orang tuanya telah mencoba segala sesuatu yang mereka bisa untuk membuatnya kembali. Mereka telah memohon, berdebat, menangis dan berteriak. Sepertinya tidak ada cara untuk memotivasi dia, orangtuanya frustasi dan khawatir … dan siap untuk menyerah.

Kita bisa menganggap banyak teori yang kompleks untuk menjawab pertanyaan ini, dan masing-masing mungkin memiliki beberapa validitas. Kita bisa mendiskusikan genetika, ADHD dan perceraian orangtuanya. Kita juga menduga banyak cara parenting yang membentuknya.

Namun, izinkan saya menyarankan salah satu cara sederhana untuk berpikir tentang bagaimana hal ini terjadi.

TANPA MAU BERTANGGUNG JAWAB, TIDAK AKAN ADA PERUBAHAN NYATA

Ketika anak-anak atau orang dewasa membelokkan tanggung jawab atas tindakan mereka, mereka melindungi diri dari menghubungkan pilihan dengan konsekuensi. Tanpa hubungan antara pilihan-pilihan yang kita lakukan dan konsekuensyang terjadi pada kita, kita tidak bisa belajar. Kita tidak bisa tumbuh.Kita tak akan pernah “mengerti.”

MELEMPAR TANGGUNG JAWAB

Hal ini menjadi “tangisan” dari remaja tersiksa yang tidak bisa menerima tanggung jawab untuk setiap pilihan.

Bukannya merenungkan tindakannya, ia menyangkal apa yang baru saja dia lakukan dan bersikeras Anda tidak melihatnya dengan benar. Jika diberikan bukti bahwa keterlibatannya tidak dapat disangkal, ia selalu memiliki alasan, akhirnya berakhir dengan beberapa versi “Ini bukan salahku.”

Melempar tanggung jawab adalah cara bagaimana pikiran menyembunyikan semua kemungkinan pembelajaran dan pertumbuhan. Ketika itu bukan salahku, tentu semua orang bisa mengerti bahwa “aku” tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengubah keadaan. Remaja ini mungkin berakhir dengan berjuang sepanjang hidupnya, jika ia tidak pernah belajar untuk menerima hubungan antara pilihan dan kualitas hidupnya.

‘SAYA BERTANGGUNG JAWAB’

Ini adalah keajaibannya, tentu saja. Bertanggung jawab adalah berarti untuk mencari pemahaman peran saya dalam perubahan cara hidup. Saya benar-benar ingin memahami bagaimana pilihan saya membentuk hidup. Ini adalah dasar untuk membangun hidup sehat, sukses dan bahagia.

Sementara remaja terjebak menghindari pembelajaran ini, individu yang bertanggung jawab berusaha mencarinya. Ketika hidup berhasil, kita mengambil tanggung jawab. Ketika tidak, kita tetap mengambil tanggung jawab. Hal ini tidak hanya tanda kedewasaan, itu juga adalah tanda kekuatan.

MEMBANTU SEORANG ANAK ATAU REMAJA MENGAMBIL TANGGUNG JAWABNYA

Sebagian besar dari kita tahu bahwa “ceramah” tidak berhasil. Tidak pernah, dan tidak akan pernah. Sebuah adu berteriak juga tidak akan berguna, serta argumen atas salah siapa itu adalah hal sia-sia dan membuat frustasi.

Jadi apa yang akan berhasil?

Pertama, jangan pernah telibat kedalam pelemparan tanggung jawab. Jangan terlibat ke dalam alasan, abaikan. Ini sangat sulit, tapi penting.

Berikutnya, tahan anak Anda untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka, bahkan jika mereka menyangkal tanggung jawabnya atau mereka tidak setuju. Jangan berusaha meyakinkan mereka, tetapi hanya menahan mereka untuk bertanggung jawab. Lakukan ini tanpa henti.

Rahasianya di sini adalah untuk memastikan bahwa Anda menunjukkan hubungan antara pilihan dan konsekuensi. Jangan khawatir jika mereka tidak setuju.
Hanya perlu konsisten untuk memungkinkan mereka merasakan konsekuensi yang datang dengan pilihan mereka. Jangan pernah melindungi mereka dari pilihan mereka yang buruk atau terlibat dalam diskusi atau argumen atas pilihan-pilihan yang buruk. Biarkan konsekuensinya melakukan pengajaran untuk Anda.

Kemudian, ulangi. Dan ulangi lagi dan lagi. Tergantung pada usia anak Anda, hal ini dapat memakan waktu cukup lama.
Namun, jika Anda dapat tetap tenang, tidak emosional dan konsisten dalam meminta mereka bertanggung jawab, Anda akan melihat kemajuan mereka dalam menyadari,
“Saya bertanggung jawab.”

-Dr. Randy Cale

sumber:
http://www.saratogian.com/…/terrific-parenting-its-not-my-f…

11951763_769551469823930_4719814278490472294_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s