Memperkenalkan Rasa Asin dan Manis Pada Anak

Agar anak menyukai semua jenis makanan terutama sayur, maka jangan ajari anak mengenal rasa manis dan asin sejak dini. Sebelum usia 1 tahun, tidak perlu menambahkan gula dan garam pada makanan anak.
Mengenalkan gula dan garam sejak dini hanya akan membuat anak craving yang manis atau asin.

Ada yang suka makanan manis serasahingga makannya selalu diberi tambahan kecap manis, suka asin diberi tambahan kecap asin atau garam dan suka gurih sehingga tidak selera makan jika tidak ada tambahan penyedap rasa dalam makanannya. Akibatnya jika anak sudah craving maka anak akan cenderung menjadi picky eaters (pemilih makanan tertentu saja). Jika sudah seperti ini, biasanya Anda sebagai orang tua akan kebingungan menyiapkan menu seimbang untuk si kecil.
Lalu, bagaimana siasatnya agar anak mengenal rasa manis dan asin atau gurih secara sehat setelah usianya 1 tahun?

  1. Rasa Manis, Rasa ini umumnya dihubungkan dengan makanan yang kaya karbohidrat sederhana seperti gula. Memang kini ada beberapa senyawa alami dan buatan yang lebih manis sebagai pengganti gula. Misalnya, gula dari bit dan jagung, serta siklamat dan aspartame. Anak-anak menyukai semua yang terasa manis. Dalam tubuh manusia memang ada reseptor dan gen khusus rasa manis. Batas aman konsumsi gula tidak lebih dari 30 gram (6 sendok teh) dalam satu hari. Jika berlebihan bisa merusak gigi anak dan memicu terjadinya obesitas pada anak.

Siasati dengan:

  • Hindari anak makan makanan manis ketika lapar, nikmati setelah makan sebagai pencuci mulut, dalam jumlah kecil
  • Seksama baca label. Pilih makanan dengan kadar gula paling sedikit
  • Hindari pemberian permen atau camilan manis sebagai penghargaan prestasi anak
  • Waspadai gula dalam bentuk tidak terelakan seperti selai, saus selada, dan bumbu penyedap
  • Gunakan air putih saat memberi makan anak
  • Tawarkan alternatif sumber rasa manis yang lain seperti buah-buahan
  1. Rasa Asin atau Gurih, Rasa enak atau sedap saat menyantap makanan olahan daging, itulah yang biasa disebut sebagai rasa gurih. Demi bisa menjadi makanan favorit anak, aneka makanan yang bukan daging pun kini dibuat “terasa daging”. Caranya dengan menambahkan bahan penyedap rasa seperti MSG yang hampir ada di semua makanan, terutama makanan siap saji. Batas aman konsumsi MSG menurut WHO adalah 120 mg/kg berat badan. Jika berlebihan bisa mengakibatkan mual, muntah, migraine, gangguan hati, hipertensi, ketidakmampuan belajar, Chiness Restaurant Syndrome (panas leher, tangan atau dada disertai sakit kepala, mual, muntah dan berdebar-debar).

Siasati dengan:

  • Menggunakan aneka rempah dan bumbu masak seperti bawang, ketumbar serta campuran garam dan gula pasir
  • Gunakan kaldu ayam dan sapi buatan sendiri
  • Rasa gurih juga bisa didapatkan dari tulang, keju, dan udang
  • Tidak menjadikan fast food sebagai menu harian anak. Selain MSG, makanan tersebut juga tinggi garam dan lemak.

By : A.K.S Lovers

#Maret 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s